Surat Kecil Untuk Anak Ku

Anak-anak-ku tersayang, Subhanallah, Hati bunda begitu damai saat ini, ketika tatap bunda terkunci pada senyum di wajah kalian yang lelap. Tidak sedikitpun menggambarkan kepedihan, padahal bunda tahu kalian begitu berat menanggung beban rindu pada ayah, namun begitu, kalian tetap tegar menjadi anak bunda, kalian tetap hebat menjadi kebanggaan bunda. Nak, 30 Mei ini empat belas bulan berlalu kita bertahan tanpa ayah, teruslah berdo’a untuk ayah nak ya ? Jadilah anak yang soleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya di manapun berada dan apapun keadaannya.

Nak, teruslah menjadi anak-anak bunda yang manis, yang selalu menjadi penghibur lara bunda, yang selalu menjadi penghapus air mata bunda dan selalu menjadi pengobat sakit bunda, melalui tangan-tangan mungil kalian yang memeluk bunda, bunda percaya bahwa itu adalah cara Allah untuk memberi  kekuatan pada bunda, Insya Allah bunda kuat karena kalian, terimakasih ya nak. Bunda yakin apa yang kita alami sekarang itu akan menerpamu menjadi pribadi yang tangguh dan kuat, dan yang utama kalian akan menjadi anak yang pantang menyerah dan penyabar.

Wahai anakku, untuk saat ini teruslah belajar, kalian tidak perlu minder dengan mereka yang selalu di antar jemput oleh ayahnya, walau tanpa ayah, kalian tetap menjadi juaranya bukan, kejarlah mimpimu bunda iringi dengan do’a,  namun,  ketahuilah anakku sahabat Ali Radhiallahu ‘anha pernah berkata, “dunia mempunyai anak-anaknya, akhirat mempunyai anak-anaknya, maka jadilah anak-anak akhirat, jangan jadi anak-anak dunia.” Maka dari itu pesan bunda nak, jadikanlah kalian anak-anak akhirat yang berarti jadikanlah tujuan akhirmu adalah akhirat, tanamkanlah dalam hati ya nak, bergegaslah berwudhu ketika panggilan terindah dari Allah berkumandang, tegakkanlah tiang agamamu, hidupkanlah hatimu dengan zdikir, tengadahkanlah tanganmu untuk berdo’a hanya memohon pada Allah Ta’ala, agar di beri rahmatnya, kemudian berihtiarlah dan jauhkanlah dari segala pikiran negatif.

Anakku sayang, Insya Allah keberhasilan akan dapat diraih suatu saat nanti dan bisa kalian tunjukkan pada ayah bahwa kalian adalah anak-anak hebat yang bisa menjadi kebanggan orang tua, dan salah satu kuncinya apabila kalian tetap sayang pada ayah dan bunda, maka nak kuatkanlah azzam (bulatkan tekad), untuk meraih kesuksesan kemudian setelah berazzam yang kuat, bertawakal pada Allah karena sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakal. Ingatlah selalu pesan bunda ya nak. Do’a bunda selalu bersama kalian…..

 Banda Aceh 29052017

 

Menyulam Asa

Sejak purnama hingga fajar aku masih terdiam disini, bermunajat sambil menggulung tali-tali kasih yang kusut dan mulai rapuh. Di luar sana embun mulai menetes membasahi tanah menerbangkan impian, panggilan terindah dari mushola merdu terdengar, memisahkan raga dari kasur usang.

Bergegas ku basuh muka, dingin menembus pori, menghunjam sampai palung terdalam, hingga gigil jiwaku dalam dekapan subuh. Berbalut mukena lusuh aku kembali bersimpuh.

Aku hanya melipat kertas pada lembaran mimpi, merajut gulungan tali kasih yang kusut, merendanya menjadi sulaman asa yang terlukis indah di kanvas realita, kemudian menempelkannya erat – erat pada dinding kalbu menjadi do’a-do’a lirih setiap waktu.

Inginku berada dipelukmu sekali lagi sebelum detakku di telan detik.

Banda Aceh, Dinihari 01052017

Impian yang musnah

Malam  ini setelah membaca postingannya mas Nur Irawan yang berjudul pasangan impian, seperti teraduk lagi mimpiku yang sudah berlalu, ya … pasangan impian, aku pernah memiliki mimpi itu bersama dia, dia yang pernah menjadikan sebutan aku dan kamu menjadi kita.

Namun sekarang aku lebih suka mengisahkan tentang diriku saja, tentang aku yang menjadi dewasa karena pasangan impian itu, tentang aku menjadi seorang ibu yang tegar, walau tak di pungkiri terkadang kesunyian mencabik hatiku di keramaian kota, kota yang dulu ku datangi bersama cinta dan sejuta impian bersama pasangan, tanpa keraguan sedikitpun apalagi kekhawatiran, kota yang di sebut Serambi Mekah.

Namun aku kini terjaga, mimpi itu telah musnah, silam adalah waktu yang masih saja ada di ingatanku, belum mampu aku menenggelamkannya, walau sudah sekian senja tenggelam bersama matahari,  dan malam ini ketika angin menghembuskan udara panas kota Banda Aceh, perih menembus pori , tetiba mendung di rautmu melintas, tak terasa pipiku hangat oleh air mata, kamu datang kemudian pergi lagi dari lamunku tanpa permisi, membuat lukaku basah lagi, sebasah rinduku saat ini, aku tak berdaya mengeringkannya, aku hanya membiarkan rindu ini tetap mengalir bersama air mataku, meski tak ku tahu pada muara yang mana akan berakhir.

Tak bosan aku menuliskannya, karena dengan ini aku akan membaca kembali dan mampu meyakinkan diriku bahwa ini realita sekarang, bahwa tanpa pasangan impianpun aku akan tetap bahagia, meski terkadang bahagiaku terusik oleh kerinduan, ingin memasak untuk nya, menyiapkan keperluan kerjanya, mencium tangannya setiap saat dan bermanja-manja di pangkuannya saat lelah, tapi ya sudahlah, setidaknya aku pernah merasakannya…..merasakan mempunyai pasangan,  walau bukan impian lagi dan sudah tak perlu di mimpikan lagi sekarang.

************

Tentang aku

Ketika gelap masih juga tak teraba

Goresan tintaku pun tak terbaca

Puisi-puisi tentangmu pun tak berbait lagi

Tinggallah hatiku yang terkurung sepi

 

Andai saja …… hatiku tak terpaut

Tak kan ada rindu terkoyak pedih

Andai saja ……. rasaku tak menuntut

Tak kan ada cinta teriris perih

                    

Melengkapi kisah seorang anak manusia

Yang terpedaya oleh cinta

Karena Khianat mengotorinya

Merobek rasa mulia menjadi terluka

 

 

Banda Aceh, 26042017

Membuat Pupuk Kompos Dengan Activator Pupuk Hayati Cair Oktabacter

Desa Lam Bada masuk dalam WKPP Klieng III, di bawah binaan BPP Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, di pekarangan rumah bapak Ilyas petani binaan Bp. Ahmadi sebagai penyuluh dan saya sebagai Pengamat Hama Dan Penyakit Tanaman, suasana terlihat ramai, dengan agenda pertemuan pembuatan media tanam dengan menggunakan Aktivator pupuk hayati cair octabacter. Terlihat ada beberapa petani dan mahasiswa fakultas pertanian dari Universitas Abulyatama Aceh, juga di hadiri langsung oleh Direktur  PT. Ambagiri Nusantara cabang Aceh yang memproduksi pupuk hayati cair Oktabacter, Bapak Gunawan Hadi Wibisono.

Sekilas tentang pupuk hayati cair octabacter , pupuk hayati cair octabacter adalah pupuk yang  ramah lingkungan yang  terdiri dari beberapa macam jenis dapat diaplikasikan ke semua komoditi pertanian, perkebunan juga tanaman hias dan dapat digunakan sebagai pendukung dalam jenis budidayanya, untuk tanam murni organik maupun semi organik bahkan cara konvensional dalam peningkatan produksinya akan tetapi prinsip tetap terpelihara struktur, kesuburan dan ekosistem lahan..

Pupuk Hayati Cair Octabacter memiliki fungsi sebagai pengurai, pelarut, penambat dan penekan bakteri patogen. Sehingga bermanfaat untuk mengefektifkan segala pemupukan baik kimia maupun organik itu sendiri. Dibutuhkan aplikasi yang tepat dan aplikatif guna mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan dari hasil produksi/panen maupun biaya lebih murah. Pupuk hayati ini dapat dijadikan aktivator pengurai dalam pembuatan kompos padat dan pupuk cor cair yang  kandungannya telah dilengkapi dengan pengendalian hama penyakit, dapat pula untuk membuat pestisida nabati.

Bahan memmbuat pupuk kompos:

  • Limbah ternak 20 karung 50 kl
  • 2 kilo kapur dolomit
  • Dedak 10 kl
  • Sekam 1 karung 50 kilo
  • Abu sekam 1 karung 50 kilo
  • 1 batang pisang
  • Pupuk hayati octabacter

Alat:

  • Hand sprayer
  • Cangkul
  • Terpal (sebagai alas dan penutup pupuk)

Cara pembuatan:

  • Larutkan pupuk hayati Octabacter + Decomposer 10 tutup + Panik 5 tutup dlm tanki 15 liter
  • Semua bahan di bagi tiga
  • Batang pisang di cacah kemudian di bagi 3
  • 1/3 dri pupuk kandang yang telah di siapkan di ratakan di atas terpal yang telah terlebih dahulu di hamparkan.
  • Taburkan 1/ 3 kapur  dolomit , dedak, abu sekam, sekam, batang pisang yang sudah di cacah.
  • Kemudian di semprot dengan larutan pupuk hayati oktabacter
  • Di ulangi sampai 3 bagian bahan selesai
  • Setelah selasai pupuk di tutup dengan terpal
  • Fermentasi di lakukan antara 7 – 10 hari
  • Setelah 10 hari pupuk dikering anginkan selama 3 hari kemudian siap di aplikasikan di lapangan.

 

Sumber tulisan sebagian di ambil dari artikel pak Gunawan (Ambagiri Aceh)

Untuk Kamu………

Untuk kamu yang entah di mana ? Kamu yang pernah membuatku merasa terbuang, kamu yang pernah menggoreskan luka di hati, Empat belas purnama telah berlalu,  aku tak lagi mengeja luka itu. Aku mengubah kenangan itu menjadi kisah bahagia, Aku telah melatih hatiku untuk mengubah hitam itu menjadi lebih berwarna, lebih indah untuk dilukiskan, walau hanya melukis kerinduanku di kanvas mimpi, walau hanya mengukir namamu di album kenangan,… namun sungguh aku tidak ingin menghapusnya lagi, aku hanya ingin membiarkan kisah itu menjadi cerita indah di hari-hariku selanjutnya, karena dengan mengenangmu aku mampu bertahan, bahkan aku tetap ingin bernafas untuk menyambut hari esok, dan ketika aku berada di antara  tugasku, melanjutkan pengabdianku pada masyarakat, aku begitu bersemangat karena tetap bersama kamu walaupun kamu hanya di hatiku, walaupun kamu kini entah di mana, namun aku sadar karena kamu aku menjadi menjadi wanita tegar,  kamu yang dulu pernah  berkali-kali ku usir dari hatiku,  namun kamu tak pernah sedetikpun pergi dari sana, dan kini aku menyerah dengan membiarkan kamu tetap bersinggasana menjadi pangeran di hatiku,…

Untuk kamu yang entah di mana? Tidak ku pungkiri, meski terkadang air mataku masih juga pecah karena tidak mampu membendung aliran kerinduan yang begitu deras, namun aku sadar waktu adalah hitungan angka yang tak mampu untuk ku mengukur kapan kamu akan kembali,….atau bahkan tidak akan pernah kembali, namun kini aku tidak akan mencari jawab lagi tentang itu, bukankah aku masih bisa menengok ke belakang, melihatmu dari jendela ingatanku, aku masih bisa menyalakan lilin untuk menerangi sudut gelap penglupaanku, untuk sekedar melihat saat-saat kamu tersenyum padaku, dan itu sudah cukup bagiku, karena membuat aku masih merasa bersamamu… tegar menjalani sisa waktu yang di pinjamkan untukku….…dengan senyum yang dulu  pernah kamu patahkan, yang kini telah kembali utuh hanya dengan mengingat saat-saat kita tersenyum dan tertawa bersama.

Untuk kamu yang entah di mana ? Sekarang di saat hati ini terisak perih memanggilmu, aku tidak akan lagi meneriakkan namamu, karena aku telah menyertakanmu pada senandung doa dalam setiap sujudku, yang hanya ku gantungkan harap pada Illahi Robby……agar kelak mempertemukan kita pada pertemuan yang abadi……Aku pun tidak akam mencarimu lagi, karena aku telah menemukanmu di rasaku, aku membiarkannya untuk tetap tumbuh, dan berkembang di taman hatiku, meski tidak akan pernah berbunga indah, namun ku harap kelak akan bermekaran dan mewangi di taman firdaus – Nya…..

(Keikhlasan pada akhirnya berbuah indah)

 

Cara Sederhana Perbanyakan Cendawan Trichoderma, sp. Dengan Media Beras

Mengenal Cendawan Trichoderma, sp.

Trichoderma, sp. merupakan salah satu agens hayati yang  banyak tersedia di alam yang sangat potensi untuk di manfaatkan. Adapun. Cendawan Trichoderma, sp. adalah sebagai cendawan antagonis yang mempunyai sifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman selain sebagai antagonis Trichoderma, sp, dapat di gunakan sebagai dekomposer dalam pembuatan pupuk organik.                      

Dua macam cendawan Trichoderma, sp. dan mekanisme kerjanya:

  • Trichoderma koningii adalah menekan perkembangan Cendawan Akar Putih (CAP) dengan cara pembentukan antibiotik dan mikroparasitisme, kompetisi dan kolonisasi rizomorfa. Mekanisme penghancuran Cendawan Akar Putih terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa. Lisis merupakan proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkan oleh Trichoderma, sp.
  • Trichoderma harzianum menekan pertumbuhan cendawan phythoptora infestan pada tanaman kentang. Cendawan Trichoderma harsianum ini merupakan cendawan  isolat lokal, Jadi apabila menggunakan kompos akan mendukung berkembang biaknya cendawan  Trichoderma,sp. ini sehingga dapat menekan pertumbuhan phythopthora dilahan kentang.

Kemampuan Cendawan  Trichoderma, sp. adalah :

  • Meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman (menjadikan produksi perakaran sehat ).
  • Meningkatkan angka kedalaman akar, dengan perakaran tanaman yang lebih dalam tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung dan tanaman hias.

Adapun manfaat Cendawan  Trichoderma, sp. adalah :

  • Mengendalikan penyebab penyakit busuk batang pada tanaman vanili (fusarium oxysporum),
  • Mengendalikan penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada (Phytophtora sp)
  • Mengendalikan  penyebab penyakit  cendawan  akar putih pada tanaman karet, (Rigidoporus lignosus)
  • Mengendalikan Phytium sp yang merupakan patogen tular tanah penyebab penyakit rebah kecambah pada kacang-kacangan.

Kelebihan dari Cendawan  Trichoderma, sp. antara lain:

  • Mudah diisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luas
  • Mudah ditemukan di tanah areal pertanaman, sehingga pertumbuhan pada saat aplikasi lebih mudah.
  • Dapat tumbuh secara cepat pada berbagai substrat.
  • Memiliki kisaran mikroparasitisme yang luas.

Karena sifat  mikroparasitik/bersifat asit terhadap jenis cendawan  lain. Maka Ttrichoderma, sp dapat di manfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap jenis-jenis cendawan  fitopatogen. Yang mempunyai keuntungan dan keunggulan adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang biak, sehingga keberadaanya di lingkungan dapat bertahan.

Sedangkan mekanisme antagonis cendawan  adalah:

  • Pada saat mikroba patogen sedang dalam masa dorman, serangan antagonis cendawan Trichoderma, sp  dapat menyebabkan kerusakan biologis inokulum pathogen, yang dapat berupa : predasi, perparasi, parasitisme propagul (penekanan perkecambahan propagul melalui kompetisi karbon, nitrogen, ion besi, oksigen dan unsur penting lainnya)
  • Sedangkan antagonis pada permukaan tanaman meliputi : antibiosis dan kompetisi.

Proses yang kompleks dari Trichoderma Sp (Mikroparasitisme)  terdiri dari beberapa tahap dalam menyerang inangnya. Interaksi awal dari Trichoderma, sp. yaitu dengan cara hifanya membelok ke arah cendawan  inang yang diserang, ( fenomena respon kemotropik pada Trichoderma Sp) karena adanya rangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang dikeluarkan oleh cendawan  inang, ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait (hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi miselium inang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang.

Cara sederhana perbanyakan Trichoderma, sp:

Bahan :

  • Beras 10 kilo
  • Inokulum Trichoderma, sp 1 kilo

Alat :

  • Dandang untuk mengukus
  • Kompor
  • Plastik
  • Penjilid

Cara Perbanyakan

  • Semua alat harus dalam keadaan steril.
  • Beras di cuci bersih
  • Kemudian kukus kurang lebih 30 menit
  • Dinginkan
  • Setelah dingin cmpur dengan inokulum yang tersedia
  • Masukkan dalam plastik
  • Kemudian jilid dan simpan dalam ruangan yang steril
  • Setelah 5 – 7 hari Trichoderma, sp. siap di aplikasikan.

Cara Aplikasi:

  • Pada pembibitan campurkan dengan pupuk kandang dan fermentasikan selama 3 hari kemudian campurkan dengan media tanam 1:1.
  • Pada lahan penanaman campurkan dengan pupuk kandang aplikasi dapat di lakukan langsung satu (1) genggam pada lubang tanam .
  • Pada tanaman pisang, di lakukan untuk perendaman 30 menit pada bibit pisang sebelum tanam .
  • Untuk decomposer  pembuatan pupuk kompos dicampurkan pada semua bahan pembuatan pupuk kemudian pupuk di fermentasikan selama 7 hari.

 

Tulisan ini di ambil dari berbagai sumber

PERBANYAKAN BAKTERI PGPR SECARA SEDERHANA

I. Pengertian Bakteri PGPR
PGPR merupakan singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria, istilah bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan sebagai Bakteri Perakaran Pemicu Pertumbuhan Tanaman. Hal ini mengindikasikan bakteri tersebut adalah bakteri baik yang berguna bagi tanaman. Contoh bakteri PGPR yang sudah sering dikenal adalah bakteri bintil akar (Rhizobium spp) pada tanaman kacang-kacangan.

Mekanisme kerja bakteri PGPR dalam secara umum adalah:
1. Sebagai Pupuk Hayati: bakteri membantu menguraikan sisa bahan organik menjadi     nutrisi yang tersedia bagi tanaman
2. Menghasilkan hormon pemicu pertumbuhan tanaman
3. Mengikat atau menghancurkan bahan bahan beracun pada media tanam
4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan patogen.

Jenis-jenis bakteri PGPR mencakup:
1. Azospirillum (fiksasi nirogen dari atmosfer)
2. Bacillus (B. subtilis, B mycoides, b. pumilus, B. megaterium dll) siderofor, antibiotik, fitohormon dll, kemampuan membentuk endospora
3. Pseudomonas (P. fluorescens, P. putida, P. aeruginosa, P. cepasia dll) siderofor, antibiotik, phytohormon, dll
4. Rhizobium (R. japonicum, R. leguminosarum, Bradyrhizobium sp., Sinorhyzobium) fiksasi nitrogen
5. Aktinomycetes (Streptomyces spp) antibiotik dll (Agrobacterium, Serratia, Thiobacillus)

II. PENYIAPAN BAKTERI PGPR SECARA SEDERHANA
1. Bahan
 Isolat bakteri PGPR (Bacillus subtilis, Pseudomonas fluorescens, Aktinomisetes dll/Material Tanaman mengandung bakteri PGPR (Perakaran Alang alang, Tanah dan perakaran dari rumpun bambu atau perakaran tanaman kacang kacangan yang sehat, humus hutan, dll .
 Media Biakan (Air cucian beras, air kelapa, limbah cair tahu, urine ternak, atau limbah organik cair yang lain dan kapur pertanian).

2. Alat:
 Gunting, panci pemanas, kompor, ember dengan penutup, saringan/kain kasa, pengaduk, gelas ukur dan timbangan dan jirigen atau botol bekas air minum.
3. Prosedur
 Siapkan 1 liter media tumbuh bakteri PGPR (800 ml air cucian beras dan 200 ml air kelapa, limbah cair tahu, Ekstrak Kentang dan gula atau media cair yang lain).
 Tambahkan pada media tersebut 20 gr kapur pertanian, aduk hingga merata (jika memungkinkan ukur pH siapan media dengan kertas lakmus hingga didapatkan nilai pH media biakan sekitar 7.
 Endapkan campuran tersebut beberapa waktu hingga partikel kapur pertanian mengendap secara baik
 Saring larutan air cucian beras, air kelapa dan kapur pertanian dengan kain penyaring (tujuannya memisahkan partikel yang dapat menghambat alat semprot)
 Rebus hasil sarigan dengan panci pemanas hingga mendidih selama 30 menit
 Tambahkan air yang sudah direbus pada campuran di atas hingga volume mencapai 1 liter
 Biarkan rebusan tetap tertutup hingga dingin, pindahkan ke dalam alat fermentasi atau ember yang telah dibersihkan/didesinfeksi dengan larutan 2% klorox dan dibilas 2-3 kali dengan air
 Tambahkan pada media tersebut isolat bakteri PGPR yan g telah disiapkan (10 ml isolat yang telah ditumbuhkan pada media cair) ATAU masukkan pada media yang telah dingin tersebut potongan potongan perakaran dan tanah yang menempel pada perakaran sebanyak 30-50 gram.
 Inkubasikan fermentor selama 3 hari -1 minggu. Jika menggunakan ember tanpa penggunaan aerator maka perlu dilakukan pengadukan minimal sehari 2 kali di waktu pagi dan petang hari.
 Biakan bakteri PGPR hasil fermentasi siap diaplikasikan ke tanaman melalui penyemprotan (konsentrasi 5%) atau disiramkan pada perakaran tanaman (konsentrasi 5-10%.
Catatan:
 Keberhasilan pembuatan biakan bakteri PGPR pada media sederhana ini ditandai oleh biakan bakteri berwarna kekuningan serta aroma yang enak seperti tape, sebaliknya apabila biakan bakteri berwarna kehitaman dan aroma yang busuk sebaiknya tidak digunakan lebih lanjut.
 Dengan mencoba secara terus menerus, petani akan dapat membiakkan atau memperbanyak bakteri PGPR secara baik.
 Media biakan tergantung pada ketersediaan bahan di tempat/lokasi dimana petani berada. Petani bisa memodifikasi media ini dengan prinsip menyesuaikan keasaman (pH) media, memperhatikan sumber nutrisi (karbon, nitrogen, fosfat dan unsur hara lain).

III. FORMULASI BAKTERI AGENS HAYATI

1. Tujuan umum Formulasi
Tujuan utama menformulasikan bakteri agens hayati adalah: memperpanjang daya simpan bakteri agens hayati, meningkatkan keefektifan bakteri agens hayati, memudahkan pengangkutan, memudahkan pengaplikasian dan lain
2. Bentuk Formulasi bakteri agens hayati
Setelah pembiakan masal bakteri agens hayati dapat diaplikasikan di lapangan melalui beberapa bentuk :
• Tanpa formulasi: biakan bakteri langsung dicampurkan dengan air dan diaplikasikan langsung ke tanaman melalui perlakuan benih, perendaman akar bibit, penyiraman di sekitar perakaran tanaman atau melalui penyemprotan
• Formulasi Cair: biakan bakteri dapat disimpan dalam bentuk cairan setelah ditambahkan bahan bahan sebagai pembawa seperti minyak sayur, glycerol dll serta penambahan bahan bahan lain seperti surfaktan, emulsifier dsb.
• Formulasi padatan; biakan bakteri dapat ditambahkan bahan bahan tertentu sehingga berbentuk pasta (semi padat) atau berbentuk padatan seperti granul, tepung dll.
Saat formulasi dapat dilakukan bahan bahan lain yang sifatnya dapat mendukung tujuan formulasi seperti penambahan unsur hara tertentu, nutrisi bagi bakteri ketika dilepaskan di lapangan, zat pengatur tumbuh dan lain lain yang sifatnya kompatibel dengan bakteri yang dimaksud.

3. Pembuatan Formulasi Bakteri dalam bentuk tepung (powder)
 Biakan bakteri yang telah disiapkan diformulasikan dalam media cair. Jenis media dan lama inkubasi tergantung dari bakteri yang akan diforulasikan. Untuk Bacillus subtilis atau Pseudomonas fluorescens menggunakan media EKG (Ekstrak Kentang dan Gula) dapat dilakukan pembiakan selama 2 hari atau 48 jam).
 Bahan bahan untuk formulasi yaitu talk, susu bubuk, serbuk kitin dan kapur pertanian.
 Biakan bakteri sebanyak 400 ml dicampurkan secara merata dengan 1 kg talk steril, 15 gr serbuk kitin, 15 gr kapur pertanian dan 15 gr susu bubuk. Campuran tersebut kemudian dikeringanginkan hingga benar benar kering dan pengeringan tidak boleh dilakukan langsung dibawah sinar matahari.
 Formulasi tersebut dapat disimpan dalam wadah yang kedap udara. Apabila pengeringan formulasi dapat dilakukan dengan baik dimana kadar air bisa mencapai kurang dari 15% dapat disimpan dalam waktu yang lama serta tidak ada bakteri atau cendawan kontaminan.
 Formulasi dapat digunakan untuk menyemprot atau mengocor tanaman dengan mencapurkan 2 sendok makan untuk setiap liter air dan kemudian digunakan untuk menyemprot, menyiram pangkal batang tanaman atau pencelupan bibit pisang.

( Tulisan ini saya sampaikan pada pelatihan rutin di BPP Baitussalam dan tulisan ini di ambil dari berbagai sumber).